Selasa, 23 September 2014

Ketika mimpi menjadi suatu harapan

Selasa, 23 Oktober 2014, Yogyakarta. Entah kenapa senyum-senyum lembut itu perlahan mulai nampak sendu diantara riuh suara. Obrolan-obrolan yang terpaut diantara bibir-bibir pun terdengar mengharu meski sesekali terdengar gelak tawa. Tatap pandang mata juga seolah nampak berbinar berselimut lembut bening berkaca. Terang merkuri tak hayalnya meredup lembut disela malam yg menghitam.

Banyak hal terasa diantara hari malam yang terlalui. Bicara akan hidup,bicara akan perjuangan,bicara akan perselisihan,bicara akan rencana,bicara akan harapan, bahkan bicara tentang cinta. Tak ada yang pernah tahu dimana satu raga akan berlabuh. Namun, ada satu kata yang pernah terdengar, "...tidak ada yang random di dunia ini...". Pada satu kesempatan yang lain terdengar pula satu nasehat, "...apa yang kita lakukan kemarin hari akan berguna disaat ini, dan apa yang kita lakukan saat ini akan berguna untuk hari nanti...".

19:40wib jam tertunjuk saat ini. Ketika mimpi menjadi suatu harapan, pada saatnya nanti akan berakhir dalam keharuan. Entah haru akan senyum kebahagiaan atau satu ringkuk kemuraman. Hanya waktu yang akan bicara menjawabnya. Dan kita adalah salah satu bagian yang menjadi penentu akan harapan itu.

0 Comment:

Posting Komentar