Jumat, 22 Agustus 2008

Yogyakarta menyambut

19 Agustus 2008 Yogyakarta menyambutku dengan pelan, dengan lirih, dengan rasa penuh haru akan penantian selama tiga tahun dalam sendiri, tanpa apa yang aku tahu. Ini adalah sebuah mimpi akan seorang sepertiku. Hanya mimpi sederhana, mimpi untuk bisa pergi dari hati yang haus akan hari esok yang lebih tenang dalam hati, kelepasan dalam damai nurani. Ini adalah benar-benar mimpi yang kini telah menyata dalam kehidupan ini. Syukur ku haturkan atas-Mu Tuhan yang mendengar rintihku disaat siang bersama terik yang memanggang, atau beriring isak ku di saat malam dalam kesunyian serta suara embun pagi dini. Bawalah semua ini untuk menjadi sesuatu yang lebih baik, bukan sebaliknya.

1 komentar: