Minggu, 13 Juli 2014

Separuh dalam naungan Ramadhan 1435 H

Jogja dini ini terasa begitu datar. Entah kebosanan mulai melanda, atau apakah banyak hal terasa mulai memuakkan, atau mungkin diri ini mulai lupa bagaimana sedih atau bahagia itu. Entahlah. Ada beberapa hal indah yang tak lagi terasa indah, ada beberapa hal sedih seolah tak lagi memilukan. Dan ketakutan demi ketakutan satu persatu seakan mulai bermunculan. Harapan seperti menjadi sebuah kata yang begitu mahal atau terlalu sakit untuk disematkan dalamnya hati. Entahlah.
Ada harapan yang terwujud saat itu juga, ada harapan yang terjadi esok hari, ada harapan yang menjadi kenyataan dua tahun kemudian, dan ada harapan yang menjadi nyata pada tahun ke delapan, disaat harapan itu mulai terlupa. Ketidaktahuan adalah keindahan dari-Nya.
Entah kenapa harapan seolah menjadi kata sakral dalam diri ini. Apakah diri ini terlalu takut saat apa yang tertoreh dalam benak dan doa akan terwujud delapan tahun kemudian atau bahkan tak akan pernah terjadi. Atau mungkin diri ini terlalu takut ketika harapan itu malah akan menyakiti orang-orang yang tersayang. Entahlah.
Hanya Dia yang Maha Tahu akan segala rahasia dan apa yang hamba-Nya perlukan. Diantara lirih bibir yang terkatup serta dalam kebisuan, doa selalu terlantun untuk-Mu, semua senantiasa dalam lindungan, dalam keadaan sehat, dalam kedamaian, dalam limpahan rejeki. Aamiin.

0 Comment:

Posting Komentar