Jumat, 23 Agustus 2013

Tahun ini harus selesai

Boyolali, 23 Agustus 2013, 17:08 wib. Sore ini udara masih sedikit terasa agak panas meskipun perlahan mulai bertiup sepoi angin yang membawa dingin. Langit masih nampak cerah dengan birunya dengan sedikit sentuhan jingga yang dengan pasti menjadi banyak. Cahaya-cahaya emas pun terpantul di sisi dedaunan. Suara ayam sedikit mulai terdengar riuh mencari tempat bertengger untuk tidur. Satu dua kendaraan terdengar terpacu dijalan depan rumah yg masih nampak berdebu. Namun suara daun-daun yang bergesekan terdengar lebih nyaring dan jelas mengisi ini telinga. Dan hidung ini perlahan tercium dengan wewangian dari bunga-bunga sanseviera yang mengembang. Suasana rumah yang sampai saat ini selalu merindukan disaat aku sedang tak disini.

Sebulan sudah aku berada di rumah Boyolali tempat orang tua tercinta. Libur Ramadhan beserta lebaran Idul Fitri. Satu bulan waktu yang lama juga kalau diingat-ingat, tapi terasa sangat singkat sekali. Seperti baru kemarin petang pulang dari Jogjakarta dan Insyaallah besok harus kembali lagi ke tanah istimewa, Yogyakarta. Satu bulan yang terangkai bersama indahnya keluarga beserta kesederhanaannya yang manis, meskipun tak seramai dahulu  karena kakak-kakak sudah berkeluarga, namun tetap lah manis. Setengah bulan Ramadhan bersama bapak ibu tercinta, sahur dan berbuka serta hari-hari yang manis. Ramadhan berlanjut Lebaran Idul Fitri yang terasa hangat dalam cerita, canda serta tawa yang menghias lajunya hari serta malam saat menghantar dalam peristirahatan.

Bermain PES bersama mas John di panasnya siang diantara puasa, hingga waktu terasa semakin cepat menghantar pada magrib saat ditunggunya waktu berbuka. Membeli charger baterai mobil-mobilan bersama mas San dilanjut dengan jalan-jalan ke sawah menyusuri pematang-pematang diantara guyuran sinar sore yang redup menanti magrib berbuka. Bercerita tentang waktu dulu, bercerita tentang waktu saat diajak bapak mencari rumput buat makan ternak. Bermain balapan mobil-mobilan bersama mas San diantara riuh suara keponakan, Ikram, yang sangat bersemangat. Dan bermain PES bersama mas San sampe larut malam yang terkadang entah karena apa tertawa terbahak sampai perut sakit dan yang pasti menjadikan jajan ibu jadi sasaran. Satu hal sederhana yang terasa sangat manis dan ngangenin.

Semua telah kembali ke tempat kerja dan rumah masing-masing, dan aku pun insyaallah besok kembali ke Jogja menyelesaikan apa yang harus lekas dituntaskan. Semoga tahun ini bisa lulus dan bulan Desember besok bisa wisuda, harus bisa. Aamiin.

0 Comment:

Posting Komentar