Waktu masih berlalu, hari terus berganti, malam kian hening dalam kesenyapan. Dan rasa itu kini tak lagi sama. Canda itu tak lagi benar melegakan, senyum itu tak lagi benar menenangkan, tawa itu tak lagi benar membahagiakan. Ada celah kesenduan, ada celah kehampaan, ada celah kekosongan, ada celah kesendirian, ada celah ketakutan.
Mimpi seolah tak lagi indah, cita seakan tak lagi mempesona. Seakan ada tabir kebisuan yang membungkam. Seakan ada kehampaan yang menyelimut ditiap sudut pandang mata. Membisu bersama keheningan pagi, menari bersama liukan dedaunan yang terpatri. Rasa ini terlalu berbeda dari sebelumnya.
Dan perlahan, kerinduan itu berbulir bersama embun pagi. Menepi di ujung dedaunan.
Adakah hari akan kembali menjadi riang? Membakar wujudkan asa dan cita. Berlari demi mimpi dan harapan kenyataan.
Adakah malam akan kembali menenangkan? Membelai bersama lelah yang menjamah. Bercengkerama diantara kidung kasih dan sayang. Berpasrah akan riuh peluh yang telah mewarnai hari pada Dia Yang Esa.
Pada-Mu, Yang Mengatur Segalanya.
Pada-Mu, Yang Maha Segalanya.
Segala Puji hanya untuk-Mu.
Ijinkan, senyum-senyum itu kembali melegakan.
Ijinkan, tawa itu kembali menggembirakan.
Ijinkan, mimpi itu kembali indah.
Ijinkan, cita itu kembali mempesona.
Ijinkan, siang itu kembali riang.
Ijinkan, malam itu kembali menenangkan.
Segala Puji hanya Untuk-Mu Ya Rab..
Ijinkan, cukupkan, ujian-Mu, Azab-Mu, pada bumi ini Ya Rab..
Segala Puji hanya Untuk-Mu, Tuhan semesta alam.
0 Comment:
Posting Komentar