Senin, 19 September 2016

Sebuah Catatan: Maret 2009

19 Maret 2009, 18:35 Wib
Boyolali telah lagi menyambut. Semuanya terasa begitu merindukan. Setiap sudut dunia ingin dalam lama untuk kembali bersama, atau sekedar berlama memandang, terdiam. Dan aku tak sepenuhnya yakin ada kata yang mampu menuliskan perasaanku ini. Aku rindu dengan semua yang telah aku lalui, telah aku lewati, alami, dan telah aku rasakan. Ingin aku ‘tuk lagi bisa merasakan semua itu. Bersama dengan orang-orang yang aku sayangi, cintai. Bersatu dengan alam, berpacu dengan angin diwaktu siang dan malam dan semuanya. Semoga rindu ini akan segera terobati. -BYL-

19 Maret 2009, 23:55 Wib
Malam serasa runtuh dalam keping-keping kepedihan. Hari atau gelap telah berada  di akhir kesudahan. Mentari tak lagi terbit, malam tak lagi berembulan. Di mana hari dan siang berada? Kesempurnaan. Pergi dalam keheningan hati, kepedihan jiwa. Aku tidak tahu. -BYL-

21 Maret 2009, 12:59 Wib
Siang diketengahan telah berlalu satu jam yang lalu. Siang di Jogja, siang di lemahbang tak ada yang jauh beda. Hari terasa sama membakar. Rasa hati sama-sama diam dalam hampa segala. Asa  terasa pergi.
... Hilang rasa, hilang segala. -BYL-

21 Maret 2009, 22:23 Wib
Sisa hujan masih nampak membekas di selimut gelap sunyi ini. Dingin terasa menusuk ari tak berbalut. Menerjang bersama bayu yang coba mengusik rasa hatiku.

Malam sepertinya tahu akan rasaku, akan  rasa dunia. Hening dalam penat, sepi bersama ‘nyenyet’. Kebisuan malam ini benar buatku dalam kebekuan segala. ... -BYL-

22 Maret 2009, 10:27 Wib
Pagi telah menyingsing kepertengahan hari. Terik redup terganti dalam waktu yang tak pasti. Kadang membakar, kadang redup dalam damai sesaat. ...  -BYL-

0 Comment:

Posting Komentar