Senin, 19 September 2016

9 Desember 2008 17:07

Nafas Yogyakarta kembali menyambutku untuk yang kesekian kali dalam beberapa bulan ini. Di dunia langkah kaki di hati iring langkah mimpi.

Jangkah-jangkah kurasa lebih ringan dari apa yang bisa menopang. Pernyataan mebuatku sedikit tahu, aku telah begitu sangat beruntung berkesimpulan melihat indah dunia bersama langkah ini, dan aku tidak akan pernah untuk serakah memiliki semua yang indah, sedang beliau hanya berkutat di satu tempat yang sama. Aku ingin beliau bisa bahagia dalam segala.

Langkah keberangkatan terhantar dengan pandang awas Ibuku. Memandangku dari depan rumah memperhatikan langkahku hingga hilang pada tikungan cabang empat. Semua terasa haru beriring langit yang mengelabu.

0 Comment:

Posting Komentar