RABU 29 OKTOBER 2014, MAGRIB. Entah akan terus teringat atau lupa. Entah akan tertindih memori baru atau akan terus ada dalam ke-eksistensi-an. Entah akan menguap dalam iring waktu atau malah menggumpal dalamnya ingatan. "…KAMU ITU SIAPA?…"
Ada hal manis, ada hal menyenangkan, ada yang lucu, ada pula yang memuakkan. Ada yang berkata lembut, ada yang bicara menyakitkan. Ada yang bersikap ramah, ada pula yang memandang dengan mata sebelah. Namun, setidaknya yang menyakitkan, yang memuakkan tidak terlontar dariku untuk yang lain.
Pada saatnya memang dunia lah yang menjadi acuan. Dunia menjadi tolak ukur akan bagaimana orang bersikap. Dunia menjadi syarat pada siapa orang boleh bergaul. Dunia menjadi tonggak pada siapa orang boleh bicara. Dunia menjadi acuan untuk seberapa jauh orang akan dihormati, orang akan dalam pandang ramah yang lain. Namun, semoga pandang teduh akan selalu terpancar dari diri entah seperti apa kondisi.
Ada saatnya, yang manis terasa manis. Ada saatnya, yang menyenangkan terasa menyenangkan. Namun ada saatnya pula yang perih akan terasa manis dan mendamaikan. Berbahagialah saat ada ucapan yang begitu spontan dari hati yang paling dalam berucap kau bukan siapa-siapa. Berbahagialah saat ada yang berkata akan sebuah kepantasan pada siapa kau harusnya bergaul. Dan berbahagialah saat ada perkataan, "…kau ini siapa? Kau ini punya apa?…".
Berbahagialah, berbahagialah. Karena kalau kau memang bukan siapa-siapa atau kau memang bukan apa-apa saat ini atau nanti, namun setidaknya kau tak pernah berbuat seperti itu pada orang lain. Dan berbahagialah karena ada yang mengingatkanmu untuk selalu berbuat baik dan raman pada orang lain.
0 Comment:
Posting Komentar